coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Selasa, 03 Februari 2009

Ketua MPR: Terlalu Dini Bicarakan Capres

* PRESIDENTIAL *
-SOLO - Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid mengatakan, terlalu dini membicarakan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada masa sekarang ini, karena diketahui bahwa peta politik belum selesai.

Hal tersebut dikatakan Hidayat Nurwahid, usai membuka Kejuaraan Bulutangkis yang merebutkan piala Sahabat Hidayat Nurwahid CUP I se-Surakarta, yang digelar di Gelora Manahan Solo, Jateng, Senin.

"Terlalu dini membicarakan capres dan cawapres pada masa sekarang ini. Belum apa-apa calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hanya diposisikan sebagai Cawapres seolah-olah suara PKS rendah, karena itu hanya layak menjadi Cawapres saja," katanya menanggapi namanya yang tercantum sebagai salah satu bursa Cawapres dari partai lain.

Namun, pihaknya tidak bisa melarang dalam mencantumkan nama siapa pun sebagai Cawapres maupun Capres dari kelompok mereka, tetapi alangkah baiknya setelah menyantumkan namanya kemudian dikomunikasikan dengan partainya atau calon terkait.

Hidayat Nur Wahid mengatakan, dirinya dicalonnya sebagai Capres bukan keputusan pribadi, tetapi adalah keputusan partainya. Jadi jika ada partai atau siapapun yang serius untuk menggandeng tentunya menyapaikan ini kepada partainya.

Padahal, pihaknya tahu bahwa peta politik belum selesai, contoh yang paling kongkrit adalah pemilihan Gubernur yang terakhir di Jatim. Ternyata, yang didukung oleh partai-partai besar termasuk Golkar maupun PDIP justru dapat dikalahkan oleh calon yang didukung Partai PKS, PAN, dan Demokrat.

Selain itu, terakhir pada putaran kedua dan ketiga pemilihan Gubernur Jatim, PDIP yang sepenuhnya pendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono, tetapi ternyata rakyat memilih dan memenangkan justru bukan dari partai besar itu.

"Ini peta politiknya belum selesai sehingga lebih tepat jangan dulu membicarakan tentang capres maupun cawapres. Tapi, hal itu juga tidak dilarang. Namun, alangkah lebih bijak kalau kita membicarakan bagaimana bisa menyukseskan pemilu 2009," katanya.

Hal tersebut, menurut dia, supaya rakyat bisa memilih dengan betul-betul bertanggung jawab dan rasional dan supaya hadirlah legitimasi yang kuat bagi anggota DPR maupun DPD serta nanti juga bisa menghadirkan legitimasi kuat bagi calon Presiden.

"Ditubuh PKS ada tradisi yang sudah mengakar budaya bahwa keputusannya pada pihak partai dan dirinya tidak intervensi. Kalau itu keputusan partai siap atau tidak siap harus dilaksanakan," katanya.

Nurwahid mengatakan, dalam pertandingan bulutangkis ini untuk membiasakan bertanding secara sportif supaya berpolitik itu juga menghadirkan sesuatu yang menyehatkan dan membanggakan. "Jangan sampai berpolitik kita menghadirkan sesuatu yang justru orang menjadi takut".

"Saya juga berharap di wilayah Surakarta telah ditandatangani ikrar pemilu damai oleh seluruh peserta pemilu di wilayah ini dan itu bisa dilakukan secara maksimal," katanya. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda