coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 02 Februari 2009

Disorot, Partai Golkar Masukkan Nama Susilo Bambang Yudhoyono

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Salah satu politisi muda Partai Golkar, Viktus Murin, di Jakarta, Senin pagi, menyorot kritis dimasukkannya beberapa nama non kader, seperti Susilo Bambang Yudhoyono serta Ryamizard Ryacudu di antara tujuh hingga delapan nama Capres partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Memasukkan nama-nama non-kader harus ada kriteria yang jelas. Di antaranya memiliki kesamaan ideologi, juga setuju dengan `platform` partai. Tak kalah pentingnya, komitmen tulus serta tidak pernah `neko-neko` terhadap Partai Golkar (PG), baik dalam ucapan, perilaku dan apalagi aksi-aksi dia bersama orang-orangnya," kata anggota Badan Informasi dan Komunikasi (BIK) DPP PG ini.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi pernyataan Ketua II Pengurus Harian Badan Pengendali dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, Firman Subagyo, di sela-sela Rapat Kerja (Raker) Bappilu di Surakarta, Minggu (1/2).

Firman Subagyo ketika itu menyatakan PG akan mengerucutkan nama-nama tokoh populer yang muncul sebagai Calon Presiden (Capres) yang akan diusung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

Sesuai hasil survei, katanya, ke-7 nama tokoh populer yang akan dikerucutkan pada akhir Februari ini dalam Rapat Konsolidasi Nasional adalah Jusuf Kalla (Ketua Umum DPP PG), Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat), Sri Sultan Hamengkubuwono X (Anggota Dewan Penasihat DPP PG), Surya Paloh (Ketua Dewan Penasihat DPP PG), Ryamizard Ryakudu (Purnawirawan TNI), Abu Rizal Bakrie (Anggota Dewan Penasihat DPP PG), dan Agung Laksono (Wakil Ketua Umum DPP PG).


Suara DPD

Viktus Murin yang juga fungsionaris DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI), kemudian mengingatkan agar DPP PG jangan hanya bermain sendiri.

Untuk suatu keputusan strategis seperti ini, saya tak selalu sependapat dengan hanya mengandalkan lembaga survey. Libatkan juga teman-teman dari daerah. Suara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) harus ikut dipertimbangkan, karena mereka mengerti apa kata masyarakat di tingkat basis," katanya.

Memang, lanjutnya, agak sulit untuk menggelar konvensi seperti pola merekrut Capres oleh DPP PG yang pernah dipakai pada pra Pilpres 2004. "Agaknya ini memang kurang berkenan di beberapa teman di atas. Tetapi bukan bukan berarti suara DPD diabaikan dalam ikut menentukan pimpinan masa depan bangsa ini," tegas Viktus Murin.

Sementara itu, dari Surakarta, sebagaimana dilaporkan wartawan ANTARA, Firman Subagyo mengungkapkan, DPP PG nanti akan membentuk tim untuk memutuskan siapa yang akan muncul dan dicalonkan sebagai Capres dari partainya, setelah tujuh nama itu dikerucutkan pada Februari mendatang

Ia juga mengatakan, nama yang muncul bisa jadi bukan berasal dari PG, yakni partai lain.

Tetapi bisa juga ada tokoh dari PGr hanya ditampilkan sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Capres dari partai lain.

Yang penting, menurutnya, PG tetap memenangi Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 mendatang.

Firman Subagyo juga menjelaskan, survei yang dilakukan untuk menggantikan sistem konvensi karena cara lama itu dianggap gagal.

Meskipun demikian, ia mengakui, konvensi yang dilakukan Partai Golkar pada Pemilu 2004 dianggap telah meningkatkan citra partai. Hanya saja, nama yang diusung dalam konvensi tidak populer di masyarakat.


PG Diperhitungkan

Tentang banyaknya tokoh PG yang dicalonkan dari partai lain, demikian Firman Subagyo, hal itu tidak menjadi masalah, karena justru menunjukkan kader partai pemenang Pileg 2004 ini masih diperhitungkan.

Namun begitu, menurutnya, jika nanti partai telah menetapkan Capres dan Cawapres, otomatis akan ada sanksi bagi tokoh PG yang maju dari partai lain.

Namun, hingga saat ini, katanya, sanksi beserta aturan untuk hal itu masih dibahas dan belum ada ketentuan yang berlaku.

Ia mengatakan, mereka bisa saja diberhentikan dari jabatan struktural partai atau dari keanggotaan partai. Namun, menurut Firman Subagyo, hingga saat ini masih dalam konsolidasi untuk memutuskan aturan dan sanksinya. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda