-JAKARTA - Kendati banyak yang menilai peluang duet Megawati Soekarno Putri dan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pemilu mendatang cukup cerah, ada yang menilai politisi Golkar Akbar Tanjung sebagai pasangan yang tercocok untuk mendampingi Mega.
"Wakilnya yang ideal, Akbar Tanjung. Karena akan lebih mewakili Indonesia," ujar pengamat politik Fahri Ali dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Kamis (29/1).
Kecocokan keduanya dilihat dari faktor saling melengkapi antara kandidat bersuku Jawa dan non-Jawa. Secara suara, memang tidak tertutup kemungkinan pasangan Mega-Sultan juga akan mendulang banyak suara. Namun, pasangan Mega-Akbar lebih merepresentasikan Indonesia secara nasional dan kesempatan mendulang suara yang besar juga besar, menurut Fahri.
"Kalau komposisi Jawa dengan Jawa itu tidak merepresentasikan Indonesia, seperti SBY mempertahankan dengan JK. Kalau Jawa dengan Jawa jadi unsur yang kurang meng-Indonesia. Itu bahasa sederhananya," ujarnya.
Sementara itu, menanggapi usulan duet Mega dengan Hidayat Nur Wahid, Fahri tidak terlalu optimistis. Fahmi menilai kekuatan Hidayat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusungnya bahkan belum bisa menyaingi kekuatan yang dimiliki Sultan.
"Ini dalam hal sentimen yang dimunculkan. Hidayat sebagai tokoh yang berjarak dengan budaya apalagi partainya partai Islam modernis. Jadi sentimen budaya yang dikembangkan Sultan lebih besar. Lebih kuat sentimen kultural," tutur Fahri. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih