coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 03 Desember 2008

Yudhoyono-Kalla Belum Punya Lawan Tanding

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla berpeluang besar memenangkan pemilu presiden 2009. Alasannya, saat ini tidak ada kandidat calon presiden dan wakil presiden yang memiliki popularitas sebanding dengan incumbent tersebut. "Tidak ada lawanyang bisa memberi perlawanan cukup," kata pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS), J. Kristiadi, Selasa (2/12).

Menurut dia, kandidat calon presiden maupun wakil presiden lain tidak memiliki infrastruktur sekuat incumbent. Pasangan Yudhoyono-Kalla pun diuntungkan dengan program pemerintah menjelang akhir 2008 dan awal tahun depan.

Pasangan itu, kata Kristiadi, akan menjual program populis untuk merebut simpati pemilih. Apalagi, citra mantan presiden Megawati Soekarnoputri yang diajukan kembali sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan belum bisa mengalahkan Yudhoyono. "Mega sudah dihukum rakyatnya sendiri. Sedangkan, pasangan Yudhoyono-Kalla tersandera popularitas," ujarnya.

Dampak krisis global juga akan dijadikan tameng ketidakmampuan pasangan itu memenuhi target penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Yudhoyono dan Kalla pada awal berkuasa mentargetkan angka kemiskinan dan pengangguran pada akhir kepemimpinan mereka turun menjadi 8,2 persen dan 5,1 persen.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Sri Adiningsih menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan tak lebih dari 5 persen. Dampaknya, kata dia, angka kemiskinan dan pengangguran melonjak. Pada 2005, angka kemiskinan naik satu hingga dua persen dengan inflasi 17 persen. Namun, Adiningsih memperkirakan kenaikan angka kemiskinan dan pengangguran tahun depan mencapai dua hingga tiga persen. "Kenaikannya bisa tajam. Bisa lebih besar besar dibanding 2005," katanya. (sihc/stic) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda